Master BUMN & Kerja: TKD, AKHLAK, Learning Agility, English
Modul 4 · Deret Angka dan Numerik
Master BUMN & Kerja: TKD, AKHLAK, Learning Agility, English
Modul 4 · Deret Angka dan Numerik
5. Penalaran Diagram: Panduan Berlatih
11. Wawancara, FGD, CV, dan Surat Lamaran
Rangkuman video
1. Pembuka 0:00
Deret angka adalah salah satu subtes TKD yang paling banyak memakan waktu. Kabar baiknya, polanya terbatas dan bisa dikenali dengan urutan pemeriksaan yang sama setiap kali. Di video ini kita pelajari selisih, rasio, pola selang-seling, dan selisih bertingkat, lengkap dengan jebakan yang perlu kamu waspadai.
2. Urutan memeriksa 0:20
Pegang urutan ini. Pertama, cek selisih antarsuku, apakah tetap. Kedua, cek rasio, apakah dikali atau dibagi bilangan yang sama. Ketiga, kalau angkanya naik dan turun bergantian, curigai dua deret yang berselang-seling. Keempat, cek apakah selisihnya sendiri berpola, itulah deret bertingkat. Dengan urutan ini, sebagian besar soal selesai dalam beberapa detik.
3. Selisih tetap 0:43
Contoh pertama: empat, sembilan, empat belas, sembilan belas, dua puluh empat. Setiap suku bertambah lima. Jadi suku berikutnya dua puluh empat ditambah lima, yaitu dua puluh sembilan. Kalau selisihnya tetap seperti ini, soal selesai di langkah pertama.
4. Rasio tetap 1:00
Contoh kedua: dua, enam, delapan belas, lima puluh empat, seratus enam puluh dua. Selisihnya tidak tetap, tetapi setiap suku dikali tiga. Jadi suku berikutnya seratus enam puluh dua kali tiga, yaitu empat ratus delapan puluh enam. Tanda deret geometri: angkanya melonjak cepat.
5. Selisih bertingkat 1:20
Contoh ketiga: dua, tiga, lima, delapan, dua belas. Selisihnya satu, dua, tiga, empat, naik satu setiap langkah. Jadi selisih berikutnya lima, dan dua belas ditambah lima sama dengan tujuh belas. Kalau selisih pertama tidak tetap, periksa selisih dari selisihnya.
6. Pola selang-seling 1:38
Kalau angkanya naik dan turun bergantian, pisahkan suku ganjil dan genap. Pada lima, seratus, delapan, sembilan puluh, sebelas, delapan puluh, suku ganjilnya lima, delapan, sebelas, naik tiga. Suku genapnya seratus, sembilan puluh, delapan puluh, turun sepuluh. Suku ketujuh adalah suku ganjil, jadi berikutnya sebelas ditambah tiga, yaitu empat belas.
7. Jebakan pola semu 2:00
Sekarang jebakan. Pada satu, dua, empat, tujuh, sebelas, tiga suku awal tampak dikali dua. Tetapi suku keempat adalah tujuh, bukan delapan, jadi dugaan itu gugur. Selisihnya satu, dua, tiga, empat, naik satu setiap langkah. Maka suku berikutnya sebelas ditambah lima, yaitu enam belas. Selalu uji pola dugaanmu pada semua suku, bukan hanya beberapa yang pertama.
8. Waktu per soal 2:25
Soal waktu. Menurut informasi seleksi terakhir yang kami pelajari, subtes deret angka berisi dua puluh lima soal dalam dua puluh tujuh menit. Dua puluh tujuh menit sama dengan seribu enam ratus dua puluh detik, dibagi dua puluh lima, hasilnya sekitar enam puluh lima detik per soal. Itu paling longgar di antara subtes TKD. Tetap saja, jangan sampai satu soal sulit menghabiskan jatah banyak soal lain.
9. Teknik kilat 2:54
Teknik kilatnya sederhana. Gunakan sepuluh detik pertama untuk mengecek selisih dan rasio. Kalau belum ketemu pola setelah mencoba urutan tadi, tandai soalnya dan lanjut. Kembali ke soal itu kalau waktu masih tersisa.
10. Rangkuman 3:09
Kita rangkum. Periksa selisih, rasio, selang-seling, lalu selisih bertingkat. Pada pola selang-seling, pisahkan suku ganjil dan genap. Uji dugaanmu pada semua suku supaya tidak terkecoh. Dan jaga waktu sekitar enam puluh lima detik per soal, tandai kalau macet. Sekarang berlatih dengan soal deret angka.
Lanjutkan ke 60 pelajaran lengkap dan simulasi CAT.
5. Penalaran Diagram: Panduan Berlatih
11. Wawancara, FGD, CV, dan Surat Lamaran