Master SKD CPNS
Modul 6 · TIU: Kemampuan Numerik
Master SKD CPNS
Modul 6 · TIU: Kemampuan Numerik
2. TWK: Pancasila
3. TWK: UUD 1945 & Lembaga Negara
4. TWK: NKRI, Bhinneka, Integritas & Bahasa
5. TIU: Kemampuan Verbal
6. TIU: Kemampuan Numerik
8. TKP: Karakteristik Pribadi
10. Bedah Tipe Soal SKD
11. Kamus Kilat: Ringkasan Sebelum Ujian
Rangkuman video
1. Pembuka 0:00
Soal deret hampir pasti muncul di TIU, dan semuanya bisa diselesaikan cepat kalau kamu tahu urutan mengecek polanya. Di video ini kita pelajari enam pola andalan beserta cara mengenalinya.
2. Urutan mengecek pola 0:17
Pegang urutan ini. Pertama, cek selisih antarsuku, apakah tetap. Kedua, cek rasio, apakah dikali atau dibagi bilangan yang sama. Ketiga, kalau belum ketemu, cek selisih dari selisihnya. Keempat, baru pikirkan pola khusus seperti kuadrat, Fibonacci, atau deret yang berselang-seling.
3. Pola 1: selisih tetap 0:43
Pola pertama, aritmetika. Dua, lima, delapan, sebelas, empat belas. Selisih setiap suku selalu tiga. Jadi suku berikutnya empat belas ditambah tiga, yaitu tujuh belas.
4. Pola 2: rasio tetap 1:01
Pola kedua, geometri. Tiga, enam, dua belas, dua puluh empat, empat puluh delapan. Selisihnya tidak tetap, tetapi setiap suku dikali dua. Jadi berikutnya empat puluh delapan kali dua, yaitu sembilan puluh enam.
5. Pola 3: selisih bertingkat 1:21
Pola ketiga, selisih bertingkat. Satu, dua, empat, tujuh, sebelas. Selisihnya bukan tetap, tetapi naik satu, dua, tiga, empat, lima. Jadi sebelas ditambah lima, hasilnya enam belas.
6. Pola 4: kuadrat 1:40
Pola keempat, kuadrat. Dua, lima, sepuluh, tujuh belas, dua puluh enam. Selisihnya tiga, lima, tujuh, sembilan, naik dua-dua. Itu ciri deret kuadrat. Polanya n kuadrat tambah satu, jadi suku keenam adalah tiga puluh enam ditambah satu, yaitu tiga puluh tujuh.
7. Pola 5: Fibonacci 2:03
Pola kelima, Fibonacci. Satu, satu, dua, tiga, lima, delapan. Setiap suku adalah jumlah dua suku sebelumnya. Jadi lima ditambah delapan, hasilnya tiga belas.
8. Pola 6: selang-seling 2:18
Pola keenam, deret selang-seling, yaitu dua deret yang saling menyela. Contohnya empat, dua puluh, delapan, tujuh belas, enam belas, empat belas, tiga puluh dua. Pisahkan suku ganjil: empat, delapan, enam belas, tiga puluh dua, yaitu dikali dua. Pisahkan suku genap: dua puluh, tujuh belas, empat belas, yaitu dikurangi tiga. Suku kedelapan termasuk genap, jadi empat belas dikurangi tiga, sama dengan sebelas.
9. Deret huruf 2:55
Bonus: deret huruf. Caranya, ubah setiap huruf menjadi nomor urut. A satu, C tiga, F enam, J sepuluh, O lima belas. Selisihnya dua, tiga, empat, lima, naik satu-satu. Selisih berikutnya enam, jadi lima belas ditambah enam sama dengan dua puluh satu, yaitu huruf U.
10. Rangkuman 3:21
Kita rangkum. Cek selisih, lalu rasio, lalu selisih bertingkat, baru pola khusus. Kalau selisih naik tetap, ingat pola kuadrat. Kalau suku seperti melompat-lompat, pisahkan dua deret. Dan untuk huruf, ubah menjadi angka. Sekarang coba latihan deret di bagian soal.
Lanjutkan ke 99 pelajaran lengkap, Latihan Kilat, dan simulasi CAT.
3. TWK: UUD 1945 & Lembaga Negara
4. TWK: NKRI, Bhinneka, Integritas & Bahasa
5. TIU: Kemampuan Verbal
6. TIU: Kemampuan Numerik
8. TKP: Karakteristik Pribadi
10. Bedah Tipe Soal SKD
11. Kamus Kilat: Ringkasan Sebelum Ujian