SKB CPNS Perawat
Modul 7 · Asuhan keperawatan medikal bedah
Sistem pernapasan: asma, PPOK, pneumonia, dan TB paru
Daftar materi
Asma
Asma adalah peradangan kronis saluran napas dengan hiperreaktivitas yang menimbulkan episode mengi (wheezing), sesak, dada terasa berat, dan batuk, terutama malam atau dini hari.
- Pencetus: alergen, asap rokok, debu, udara dingin, latihan fisik, infeksi pernapasan, stres.
- Serangan akut: posisi semi-Fowler atau Fowler, beri bronkodilator kerja cepat (agonis beta-2 seperti salbutamol) lewat inhaler atau nebulizer, oksigen bila hipoksemia, pantau SpO2.
- Pasien diajarkan mengenali pencetus, memakai inhaler dengan benar, dan memantau arus puncak ekspirasi (peak flow).
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
PPOK ditandai hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel, biasanya akibat merokok. Termasuk bronkitis kronis dan emfisema. Pasien sering berbadan kurus dengan barrel chest pada emfisema atau tampak sianosis dan edema (blue bloater) pada bronkitis kronis.
Pemberian oksigen pada PPOK
Pada PPOK dengan retensi CO2 kronis, berikan oksigen dosis rendah (1 sampai 2 liter per menit dengan target SpO2 sekitar 88 sampai 92%) karena oksigen tinggi dapat menekan dorongan napas.Pneumonia
- Gejala: demam, batuk produktif, sesak, nyeri dada pleuritik, ronkhi pada auskultasi.
- Perawatan: posisi semi-Fowler, batuk efektif dan napas dalam, hidrasi cukup, antibiotik sesuai instruksi, oksigen bila perlu.