SKB CPNS Fisioterapis
Modul 4 · Tindakan fisioterapi: modalitas, latihan, dan terapi manual
Elektroterapi: TENS, ultrasound, diatermi, dan stimulasi listrik
Daftar materi
Elektroterapi memakai energi listrik atau gelombang untuk mengurangi nyeri, merangsang otot, atau menghasilkan efek panas dalam. Soal biasanya menanyakan tujuan, parameter pokok, indikasi, dan kontraindikasi.
TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation)
- Tujuan utama mengurangi nyeri melalui teori gerbang kendali nyeri (gate control) dan pelepasan endorfin.
- TENS konvensional memakai frekuensi tinggi (sekitar 50 sampai 100 Hz) dengan intensitas nyaman (sensasi kesemutan) dan bekerja lewat mekanisme gerbang.
- TENS mirip akupunktur memakai frekuensi rendah (sekitar 2 sampai 4 Hz) dengan intensitas lebih kuat sampai kedutan otot, dan bekerja lewat endorfin.
- Elektroda diletakkan di sekitar daerah nyeri, sepanjang saraf, atau pada dermatom terkait.
Ultrasound terapeutik
- Mengubah energi listrik menjadi getaran mekanis melalui transduser; perlu gel penghantar dan transduser digerakkan terus.
- Frekuensi 1 MHz menembus lebih dalam (sekitar 3 sampai 5 cm) dan 3 MHz untuk jaringan superfisial (sekitar 1 sampai 2 cm).
- Mode kontinu menghasilkan efek termal, mode pulsed lebih ke efek nontermal (mekanis).
- Indikasi: kontraktur jaringan lunak, nyeri tendon dan ligamen, spasme otot, jaringan parut.